Kelompok2
Nama/Kelas : Dita Riantiarni / 4EB09
NPM : 21209168
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The Housing Development Finance Corporation Limited (HDFC) di antara yang pertama untuk menerima 'pada dasarnya' persetujuan dari Reserve Bank of India (RBI) untuk mendirikan sebuah bank di sektor swasta, sebagai bagian dari liberalisasi RBI dari Perbankan India industri pada tahun 1994. Bank didirikan pada bulan Agustus 1994 atas nama 'HDFC Bank Limited', dengan kantor terdaftar di Mumbai, India. HDFC Bank mulai beroperasi sebagai Bank Umum Dijadwalkan pada Januari 199.
Nama/Kelas : Dita Riantiarni / 4EB09
NPM : 21209168
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The Housing Development Finance Corporation Limited (HDFC) di antara yang pertama untuk menerima 'pada dasarnya' persetujuan dari Reserve Bank of India (RBI) untuk mendirikan sebuah bank di sektor swasta, sebagai bagian dari liberalisasi RBI dari Perbankan India industri pada tahun 1994. Bank didirikan pada bulan Agustus 1994 atas nama 'HDFC Bank Limited', dengan kantor terdaftar di Mumbai, India. HDFC Bank mulai beroperasi sebagai Bank Umum Dijadwalkan pada Januari 199.
Berikut adalah analisis laporan keuangan
DBS bank yang meliputi rasio likuiditas, rasio efisiensi, rasio
profitabilitas, ROA, ROE, dan NPM yang dibuat berdasarkan laporan
keuangan yang dikeluarkan tahun 2011 dan tahun 2012.
Rasio Likuiditas
Current ratio ialah kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi
Current ratio = (aktiva lancar)
-------------------- x 100%
(hutang lancar)
Current ratio 2011 = 5,538,116,896
------------------- x 100%
4,252,087,086
= 130,24%
Current ratio 2012 = 9,536,613,900
------------------ x100%
14,671,446,472
= 65%
Analisi :
dilihat dari hasil perhitungan adanya penurunan kemampuan membayar hutang dari tahun 2011 ke tahun 2012 yaitu pada tahun 2011 sebesar 130,24% dan di tahun 2012 sebesar 65%.
Rasio Efisiensi
Best Possible DSO adalah tolok ukur dengan mengabaikan penyimpangan2 yang ada dan hanya memakai angka tagihan (receivables) yang ada pada suatu saat. Dipakai sebagai pengukuran, makin dekat regular DSO pada Best Possible DSO, makin dekat pula tagihan (receivables) pada tingkat yang optimal.
Best Possible DSO mempergunakan 3 informasi untuk perhitungan:
- Tagihan yang berjalan (Current Receivables)
- Total penjualan kredit dalam periode perhitungan
- Jumlah hari dalam periode perhitungan
Rumus:
Regular DSO = (Total Tagihan/Total Penjualan kredit) x Jumlah hari dalam masa Analisa
Regular DSO = (Tagihan penjualan kredit) / (total penjualan) x jumlah hari
Regular DSO 2011 = 1,788,928,741
----------------- x 360
1,783,821,191
= 361
Regular DSO 2012 = 4,317,617,958
------------------ x 360
4,311,296,158
= 360
analisis
Kemampuan membayar tagihan Bank HDB sedikit meningkat dari tahun sebelumnya
Rasio proftabilitas
Net Profit Margin ialah digunakan untuk laba bersih sesudah pajak yang dibandingkan dengan volume penjualan.
NPM = laba bersih sesudah pajak
NPM = laba bersih sesudah pajak
---------------------------------- x 100%
penjualan
NPM 2011 = 158,077,557
--------------- x 100%
1,783,821,191
= 8,86%
NPM 2012 = 511,098,277
---------------- x 100%
4,311,296,158
= 11,85 %
analisis :Laba bersih yang dihasilkan Bank HDB mengalami peningkatan cukup besar pada tahun 2012
Return On Assets (ROA)
Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semakin tinggi ROA berarti semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi pengunaan asset.
Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semakin tinggi ROA berarti semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi pengunaan asset.
ROA = laba bersih sebelum pajak
---------------------------------- x 100%
(total aktiva)
ROA 2011 = 1,543,154,870
----------------- x 100%
14,953,180,166
= 10,32 %
ROA 2012 = 3,611,154,204
------------------ x 100%
40,680,833,075
= 8,88 %
Analisis:
Kemampuan manajemen untuk memperoleh keuntunga secara keseluruhan mengalami penurun dari tahun sebelumnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar